Showing posts with label zoom. Show all posts
Showing posts with label zoom. Show all posts

Saturday, 16 July 2016

TEKNIK BOKEH




Bokeh merupakan salah satu teknik dasar untuk menghasilkan sebuah foto yang enak dipandang. Bokeh sendiri diambil dari bahasa Jepang yang artinya "hampir kabur". Dalam teknik ini fotografer akan menghasilkan foto yang fokus pada satu titik saja dan mengkaburkan yang lain.
Sebenernya teknik ini hampir sama dengan cara kita mata kita, apabila kita fokus pada 1 titik, maka titik yang lain akan menjadi kabur. Bagian yang kabur ini bisa jadi merupakan background dari gambar, maupun sebaliknya, tergantung komposisi gambar seperti apa yang kita ingingkan.

TEKNIK DASAR BOKEH
Sebenarnya untuk menghasilkan foto bokeh hanya butuh beberapa teknik, yaitu:
1. Tentukan titik yang menjadi fokus dalam komposisi
Titik yang menjadi fokus bisa apa saja dari keseluruhan gambar. Apakah kita ingin fokus pada background, foreground, maupun mengaburkan keseluruhan gambar.
2. Maksimalkan Apperture
Nilai Apperture pastikan sudah dalam keadaan bukaan terbesar. Bukaan apperture umumnya dalam nilai F/x, semakin kecil nilai x, maka bukaan apperture akan semakin besar.

F/X dengan X semakin kecil

3. Jauhkan Titik fokus dengan Backround
Semakin jauh titik fokus dengan background maka, akan menghasilkan background yang semakin blurry.


4. Dekatkan jarak kamera dengan titik fokus.
Semakin dekat kamera dengan titik fokus, maka titik fokus akan semakin tajam. Akan tetapi lensa akan menangkap objek fokus menjadi semakin besar.

Bokeh In Action #LOW BUDGET
Dari ke-empat teknik dasar diatas,untuk mengambil foto bokeh berarti kita tinggal menjauhkan objek fokus dari background, dan menggunakan apperture dengan bukaan yang besar. kebanyakan fotografer akan menggunakan lensa dengan bukaan apperture yang lebar. Tetapi sayangnya lensa dengan bukaan lebar ini cenderung lebih mahal. Saya sendiri tidak mempunyai lensa dengan bukaan apperture seperti itu. Untuk itu saya menggunakan lensa kit dan lensa zoom untuk menghasilkan foto seperti itu. Berikut sedikit tipnya:

1. Lensa KIT
Lens Kit Nikon 18-55 vr

Ada beberapa lensa kit yang menjadi bawaan kamera. tetapi pada umumnya vendor kamera membanderol Kamera DSLR ataupun mirrorless dengan lensa kit 18-55, dan 18-135. Saya sendiri menggunakan lensa 18-55 untuk memaksa kamera menghasilkan foto bokeh. Bagaimana caranya?! seperti yang telah saya jelaskan diatas (point 3 dan 4). Untuk pertama saya akan menjauhkan objek fokus dengan backgroundnya. Selanjutnya saya akan menggunakan zoom lensa terbesar, untuk mendekatkan objek fokus, teknik ini juga berguna untuk semakin memblurkan background. Untuk selanjutnya tinggal mensetting manual apperture dengan bukaan terbesar (f/x, dengan x paling kecil).




2.Lensa ZOOM

Tamron 70-300

Teorinya sama dengan dengan lensa kit, tetapi karena lensa zoom memiliki nilai zoom yang lebih tinggi, maka akan semakin mendekatkan jarak dengan objek fokus, sehingga foto akan lebih bokeh dari pada lensa kit. Selain dari pada itu jenis lensa ini sangat saya rekomendasikan untuk menangkap gambar candid dengan hasil bokeh. Saya sendiri menggunakan lensa Tamron 70-300, dengan kisaran harga baru sekitar Rp.1.500.000,-(saya sendiri beli bekas sih!!). Dengan harga segitu saya rasa sudah cukup worthed dengan hasilnya.
Candid

salah satu kelebihan lensa ini, bisa dipakai juga untuk photography makro.
Makro Air diatas Daun



Share:

Friday, 1 July 2016

TEKNIK PANNING

Pada postingan kali ini kita akan membahas tentang teknik panning dalam fotografi. teknik foto seperti ini hampir sama dengan teknik bokeh, dimana hasil foto akan fokus pada objek utama, dan memblurkan latar belakangnya. Bedanya latar belakang yang di blur akan mendapatkan efek seperti tertarik searah pergerakan objek, sehingga benda seolah-olah sedang berpindah dengan cepat.


teknik foto ini juga tidak terlalu sulit hanya saja membutuhkan sedikit latihan.
1. TENTUKAN OBJEK FOKUS
Objek fokus bisa berupa apa aja, selama benda itu bergerak. Penentuan objek fokus ini berguna untuk menentukan shutter speed yang pas. Jika benda bergerak semakin cepat, maka shutter speed ditambah. Contohnya untuk orang yang sedang berjalan menggunakan Shutter speed 1/30, Maka jika ingin mengambil objek sepeda motor yang sedang berjalan bisa menggunakan shutter speed 1/50 atau 1/60, setting shutter speed ini tidak baku bergantung dengan kondisi cahaya dan jauh objek dari kamera.


2. AKTIFKAN FITUR AF
Untuk fitur ini sebenernya juga tidak mutlak, tapi sering kali fitur ini membantu dalam pengambilan foto PANNING.

Gunakan fitur matrix metring fokus dengan bentuk, sehingga membantu fotografer bila ingin meletakkan objek fokus di suatu tempat di dalam frame.



3.IKUTI ARAH FOKUS
Setelah mendapatkan objek fokus, fotografer tinggal menahan tombol shot setengah, otomatis lensa akan mengunci objek, maka fotografer tinggal mengikuti arah objek untuk beberapa saat dan langsung menekan habis tombol shot.


Share:

Tuesday, 28 June 2016

Segitiga exposure

Segitiga exposure
Exposure diartikan sebagai banyaknya sinar yang ditangkap dalam proses pengambilan foto. Selain komposisi dari objek, exposure juga berperan penting dalam pengambilan foto, untuk menghasilkan foto yang baik.
Dalam exposure ada tiga hal yang harus dipahami, yaitu:
1. Shutter speed
Shutter speed diartikan sebagai kecepatan diafragma lensa menutup dalam proses fotografi. Jika diafragma membuka lama maka, hasil foto akan cenderung terang dan begitu juga sebaliknya. Dalam pengambilan foto, selama diafragma masih membuka, maka kamera akan merekam gambar selama diafragma itu membuka. Hal inilah yg sering membuat hasil foto terlihat blur apabila diambil saat kondisi lingkungan gelap.


Tetapi hal ini terkadang dimanfaatkan oleh fotografer untuk menambah efek dari foto; seperti foto cahaya lampu yang bergerak (light painting) ataupun menghaluskan foto aliran air.
Sementara untuk shutter speed cepat sering dimanfaatkan untuk mengambil gambar benda yang bergerak.
2.ISO
ISO merupakan sensitifas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi ISO akan membuat sensor menangkap warna yang lebih banyak, sehingga foto akan cenderung terang. Hanya saja nilai ISO yang terlalu tinggi menyebabkan munculnya noise pada hasil foto.
3.Apperture
Apperture adalah bukaan diafragma..ibaratnya mata kita dengan bukaan besar akan menfokuskan mata kepada satu titik fokus, dan memblurkan objek lain.. sebaliknya dengan bukaan yang kecil akan banyak menangkap objek gambar. Hanya saja bukaan yang kecil akan membuat gambar cenderung gelap.


Selain setting diatas ada juga yang namanya White balance yang mengatur warna gambar berdasarkan temperatur.
Dari ketiga setting exposure diatas seorang fotografer harus menentukan pilihan tepat, Selain komposisi objek gambar.
Penggunaan dari ketiga setting diatas, berdasarkan kreatifitas atau ide dari fotografer, gambar seperti apa yang mau diambil, dan bagaimana kondisi lingkungan.
Contohnya jika fotografer ingin memotret dimalam hari, mngkin dia akan memilih dengan setting apperture lebar, untuk mengimbangi shutter speed cepat sehingga gambar tidak ngeblur. Tapi dsatu sisi bisa jadi sang fotografer sengaja mengecilkan apperture, dan memperlambat shutter speed, agar bs menangkap lampu2 kendaraan yang bergerak ( light painting).
Sehingga perpaduan dari ketiga expsoure bisa menghasilkan gambar yang lebih unik.
Dari pembahasan ini saya belum bisa menampilkan contoh perbandingan dari masing-masing exposure. Semoga dipostingan selanjutnya saya bisa menjelaskannya dengan contoh agar mudah dipahami.
Semoga saja.
Share:

Monday, 27 June 2016

Jenis-jenis kamera

Assalamualaikum Wr Wb, telah sampailah kita disaat yang berbahagia dengan selamat sentosa menghantarkan kita ke depan pintu gerbang kemerdekaan. Amin
Ini postingan ketiga, agak sedikit dilompati, karena di postingan sebelumnya saya berjanji mau ngebahas tentang setting manual d DSLR. Karena sepertinya tidak cocok kalau kita sudah tahu tentang DSLR tapi belum mengenal jenis kamera lainnya.
Ok, langsung aja..
Menurut saya sih kamera yang beredar sekarang itu terbagi oleh beberapa kategori, yaitu :
1. Kamera DSLR
Digital single lens reflex, ini kamera yang memiliki lensa yang bisa diganti-ganti. Dan memiliki sistem kerja meneruskan cahaya yang masuk dari lensa menuju body dan dibengkokkan menuju layar bidik (viewfinder). Intinya apa yang kita lihat di view finder merupakan  pantulan asli dari cahaya yang masuk ke lensa. Sehingga menambah keakuratan dalam proses pengambilan gambar. Contohny nikon D5100, canon 60D, dll





2.kamera Mirrorless
Kamera ini memiliki lensa yang bisa dgonta ganti pula. Tapi tidak memiliki layar bidik. Sebagai penggantinya mirrorless memiliki layar digital untuk memantau hasil bidikan. Jadi cahaya yang masuk langsung diteruskan ke sensor, untuk ditampilkan di layar digitalnya. Kelebihan kamera jenis ini memiliki body yang lebih ringan dan kecil. Kamera jenis ini diisi oleh nikon dgn versi nikon 1, canon dengan EOS M, dan olympus pen

3. Kamera prosumer.
Kamera jenis ini seperti mirrorless tidak memiliki jendela bidik juga. Dan lensanya juga tidak bisa digonta-ganti. Tapi memiliki lensa tanam yg lebih baik dari kamera standart. Biasanya nilai zoomnya panjang, seperti lensa-lensa zoom DSLR. Hanya saja kamera prosumer tidak memiliki setting full manual seperti mirrorless, dan DSLR. Cocok untuk mereka yang ingin mengambil foto tapi gak ribet.

4.Kamera pocket
Kamera jenis ini cenderung lebih mementingkan kesederhanaan. Karena bentuknya yang kecil dan bisa dikantongi. Memiliki sensor yang "biasa aja", dan lensa tanam yang zoomnya juga tidak panjang.

5.Action cam
Jenis kamera ini sebenernya seperti kamera pocket. Hanya saja dibuat lebih ringkas, dengan penambahan durabilitas yang lebih baik. Memiliki lensa tanam yang fix, tidak bisa d zoom, tetapi biasanya bersifat wide sampai dengan fish eye, untuk menambah cakupan luas gambar. Bahkan disebagian action cam tidak memiliki layar, jadi pengoperasiannya melalui wifi. Kebanyakan dilengkapi aksesoris tambahan berupa case waterproof, untuk penggunaan di dalam air. Kamera ini banyak digunakan untuk tugas-tugas berat, karena durabilitasnya yang tinggi. Kamera jenis ini diisi segmennya oleh gopro, xiaomi yi, dan lain lain.

Diatas telah saya sajikan beberapa kategori kamera yang sekarang sudah full digital tanpa film lagi. Semoga bermanfaat dan semoga saya bisa menyajikan informasi lainnya yang lebih originil, tepat dan bermanfaat.
Terima kasih.
Share:

DSLR kamera kekinian

sobat sekalian pasti sudah tidak asing atau minimal sudah pernah mendengar tentang kamera DSLR. Dimasa kini bahkan tidak hanya fotografer profesional, yang menggunakannya, bahkan para pemula dunia fotografi atau remaja2 yang sekadar ikut-ikutan biar dibilang "kekinian".
Sebenarnya apa sih DSLR itu dan apa kelebihannya hingga diburu banyak orang?! bahkan di situs jual-beli kamera ini masih banyak diburu orang dalam keadaan bekas.
Ok, mari kita bahas apa sebenernya DSLR itu..
DSLR adalah singkatan dari Digital Single Lens Reflex.. nah apa lagi itu?!
susah sih ngejelasinya tapi yang jelas DSLR pada umumny memiliki jendela bidik.. nah loh apa lagi itu..
jendela bidik itu adalah jendela tempat kita mengintip gambar yang akan kita ambil atau kerennya disebut viewfinder.
JAdi begini cara kerjanya, sinar yang melewati ujung lensa akan diteruskan ke cermin yang ada di body DSLR, terus dibengkokkan arahnya menuju viewfinder. Jadi apa yang nampak di viewfinder merupakan gambar/sinar asli yang ditangkap oleh lensa, sehingga hasil bidikan akan lebih akurat. Itulah bedanya DSLR dengan kamera lainnya, gambar yang ditangkap mendekati asli apa yg kita lihat.

udah gitu aja?!
Tentu tidak.. kebanyakan DSLR dilengkapi dengan sensor yang lebih baik dari kamera rata-rata, untuk menangkap gambar yang lebih baik. Tapi ada beberapa kamera prosumer yang memang dilengkapi dengan sensor yang baik juga..
oh iya DSLR juga mempunyai lensa yang bisa dganti-ganti sesuai dengan kemauan pemakainya. Dengan begini pemakainya dpt mnyesuaikan lensa dengan kondisi gambar yg akan diambil.. sehingga dapat menghasilkan gambar yg lebih mantap.
Lensa pada kamera dslr pun dapat dibagi oleh beberapa kategori, yaitu :
1.lensa kit/lensa normal
Lensa ini merupakan lensa bawaan dr kamera DSLR biasanya ukuran 18-55, cocok utk pemula, walaupun lensa ini merupakan lensa standart, tapi sudah diakui ketajamannya.


2.lensa fix
Lensa ini sifatny tetap nilai zoomnya, tapi apperturenya dapat dirubah, biasanya memiliki nilai apperture rendah, sehingga baik untuk foto lowlight, maupun bokeh.

3.lensa wide
Lensa ini biasanya memiliki nilai dibawah 18mm, sehingga bisa menangkap area gambar yang lebih lebar.

4.lensa zoom
Lensa ini memiliki nilai zoom yg tinggi antara 70-300 atau lebih, cocok untuk menangkap gambar dari jarak jauh, maupun candid. Pada nilai zoom maksimal, lensa ini bisa menghasilkan bokeh walaupun tidak setajam lensa fix.

Ada beberapa jenis lensa lain lagi seperti lensa sapu jagat yang bisa dibilang penggabungan antara lensa fix dan zoom.
PENGGUNAAN DSLR
Selain dari kelebihan yang saya sebut diatas, sebenarnya DSLR memiliki kelebihan lain dibanding kamera biasa. Yaitu kemampuannya untuk disetting secara manual. Wah makin repot dong kalau harus disetting manual. Yap bener kita akan disuguhkan dengan banyak setting yang merepotkan. Tapi jika kita telah memahaminya, maka kita bisa menghasilkan gambar yang jauh lebih baik dari foto normal, karena dunia fotografi sendiri merupakan seni melukis cahaya.
Apa saja sih yang dapat diatur dalam DSLR?!
Ada tiga hal yang dapat diatur, selain pengaturan zoom dari lensa itu sendiri. Yaitu setting aperture, iso, dan lens speed. Mengenai ketiganya akan kita bahas diartikel yang lain
Share:

About

BTemplates.com

Powered By Blogger

Blog Archive

Powered by Blogger.

Search This Blog

Pages - Menu