Showing posts with label DSLR. Show all posts
Showing posts with label DSLR. Show all posts

Sunday, 24 July 2016

LENSA KIT?! WHY NOT?!

Assalamualaikum rekan-rekan sekalian.
Postingan kali ini kita membahas tentang Lensa kit. Lensa kit adalah lensa yang umumnya merupakan bawaan dari kamera DSLR atau mirrorless. Pada umumnya Lensa ini memiliki nilai focal lengths 18-55mm dengan bukaan 3,5-5,6.
Walaupun lensa ini standart, tetapi jangan anggap remeh. Saya sendiri sampai saat ini masih menggunakan lensa ini sampai sekarang, bahkan lensa ini tetap saya bawa, walaupun saya membawa lensa lain.
Menurut saya ada beberapa hal yang menjadi keunggulan lensa ini, yaitu:

  • Bentuknya yang simple.
  • Focal lenghts dari 18-55 MM, menurut saya dengan panjang focal lenghts tersebut sudah bisa mengakomodir keperluan saya yang masih newbie. Dimana dapat juga digunakan untuk foto landscape pada saat zoom 18 dan dapat juga untuk foto objek dekat atau semi candid dengan posisi 55mm. Bahkan bisa menghasilkan foto Bokeh juga, seperti yang pernah saya bahas di postingan sebelumnya.
  • Ketajamannya, untuk urusan yang satu ini jangan diragukan lagi. Bahkan dari situs kenrockwell.com, lensa ini menjadi salah satu yang direkomendasikan.
Selain keunggulan diatas, ada beberapa tips untuk menggunakan lensa ini. Salah satunya anda dapat menggunakannya sebagai lensa makro. lumayan kan anda tidak perlu menambah dana lagi untuk membeli lensa khusus makro. Bagaimana caranya?! Caranya gampang, teorinya anda hanya perlu membalik posisi lensa. Khusus untuk lensa nikon DX anda dapat menahan apperturenya dengan karet, sehingga apperturenya terbuka sempurna. Atau anda dapat membeli sebuah reverse ring, dengan harga sekitar 50-100ribu, agar teknik ini lebih mudah di lakukan.
Lensa nya dibalik aja sob

Ikat karet atau ganjal biar apperture kebuka
Berhubung saya meggunakan kamera DSLR merk nikon, teknik diatas dapat digunakan di lensa Kit Nikon. Tetapi dengan menggunakan DSLR lain juga bisa, hanya saja agak berbeda dalam teknik membuka apperturenya.

Berikut beberapa hasil foto saya menggunakan lensa kit.

DSC_0385-1 DSC_0353-1 DSC_0392-1
Share:

Sunday, 17 July 2016

AKSESORIS KAMERA NEWBIE WAJIB PUNYA

Setelah membeli kamera DSLR, kebanyakan orang akan tertarik untuk melengkapi aksesorisnya. Aksesoris ini biasanya bersifat pelengkap, ataupun sebagai pelindung agar kamera kita bisa tahan lama. Tetapi sering kali pengguna DSLR newbie (seperti saya) malah menjadi bingung memilihnya, ataupun jadi terjebak dengan penjual sehingga ujung-ujungnya malah jadi over budgetting.
Semua aksesoris yang ada memang bisa terpakai, tapi tidak semuanya penting, bahkan terkadang merepotkan untuk kita membawa atau menyimpannya. Terkadang ada beberapa aksesoris juga yang sifatnya cuma untuk mempercantik kamera anda, seolah-olah anda adalah fotografer professional, tetapi malah sebenernya jadi terlihat "alay"
Berikut beberapa aksesoris yang saya rekomendasikan untuk dimiliki fotografer newbie:

1.Tripod
Aksesoris yang satu ini saya anggap penting, karena selain bisa dipakai untuk foto pribadi, tripod juga banyak dipakai dalam melakukan teknik-teknik fotografi slow speed shutter. Tripod dibutuhkan agar gambar yang dihasilkan tetap tajam sekalipun shutter speednya lambat. Untuk tripod sendiri sesuaikan untuk kebutuhan. Mungkin untuk Newbie bisa menggunakan Tripod dengan budget antara 100ribu-200ribu, dengan maksimum weigh load +-3 Kg. Tetapi kalau ada ingin investasi dengan tripod yang harganya jutaan juga tidak masalah, karena memang akan berguna untuk kedepannya.

Daftar harga Tripod

2.Tas
Saya sendiri memiliki tas tenteng kamera, bonus dari pembeliannya, tetapi jarang saya pakai. Saya lebih sering memakai tas ransel saya untuk menenteng kamera. Jadi menurut saya pembelian tas tenteng kamera itu mubazir. Tetapi lebih baik langsung membeli tas ransel, yang bisa membuat banyak segala perlengkapan kamera sekaligus. Selain itu dapat juga digunakan untuk keperluan sehari-hari.
Daftar harga Tas Kamera

3. Kit Pembersih Lensa
Kalau aksesoris yang satu ini sifatnya hampir wajib. Alat ini sangat berguna untuk mempertahankan kualitas foto agar tetap maksimal. Kebayangkan banyaknya debu yang menempel ketika menggunakannya diluar. Kit ini biasanya berisi; kuas, cairan pembersih, lap debu, blower dan ada penanya (lupa apa namanya).

Daftar Harga Lens Cleaner
4.Filter CPL dan ND
Dari berbagai banyak filter sepertinya dua filter ini yang paling penting untuk dimiliki. Filter CPL dan ND akan sering kita pergunakan apabila kita sering mengabadikan pemandagan. Fungsi filter CPL untuk menambah saturasi warna, Sedangkan filter ND untuk mengelapkan foto. Loh foto kok digelapkan?! Fungsi foto digelapkan agar kita bisa menggunakan slow shutter speed dalam keadaan yang terang. Slow shutter speed ini sering kita pakai untuk menghaluskan aliran air, atau mengabadikan cahaya yang bergerak.
Filter CPL

5.Memory Card
Memory card sih kebanyakan sudah dibundle dalam pembelian kamera. Saran saya untuk memory card gunakan lah memory card dengan minimal CLASS 10, dan penyimpanan 8 GB. Kamera saya NIkon D3200 rata-rata pengambilan foto sekali jepret itu kurang lebih 30 MB (20Mb raw+ 10Mb JPEG), jadi 8 GB itu sendiri akan cepat habis.
Memory Card

Sengaja saya mengcapture daftar harganya dari salah satu situs belanja online, jadi anda dapat langsung mengestimasi berapa budget yang akan anda keluarkan untuk melengkapi aksesoris kamera.

Dan saya tidak bermaksud untuk mengesampingkan aksesoris lain yang beredar di pasaran. Tetapi menurut saya jika anda memiliki budget terbatas, aksesoris diatas harus duluan menjadi prioritas untuk dimiliki. Karena saya juga telah membeli aksesoris lain, yang ujungnya malah tidak berguna.

Share:

Friday, 1 July 2016

TEKNIK PANNING

Pada postingan kali ini kita akan membahas tentang teknik panning dalam fotografi. teknik foto seperti ini hampir sama dengan teknik bokeh, dimana hasil foto akan fokus pada objek utama, dan memblurkan latar belakangnya. Bedanya latar belakang yang di blur akan mendapatkan efek seperti tertarik searah pergerakan objek, sehingga benda seolah-olah sedang berpindah dengan cepat.


teknik foto ini juga tidak terlalu sulit hanya saja membutuhkan sedikit latihan.
1. TENTUKAN OBJEK FOKUS
Objek fokus bisa berupa apa aja, selama benda itu bergerak. Penentuan objek fokus ini berguna untuk menentukan shutter speed yang pas. Jika benda bergerak semakin cepat, maka shutter speed ditambah. Contohnya untuk orang yang sedang berjalan menggunakan Shutter speed 1/30, Maka jika ingin mengambil objek sepeda motor yang sedang berjalan bisa menggunakan shutter speed 1/50 atau 1/60, setting shutter speed ini tidak baku bergantung dengan kondisi cahaya dan jauh objek dari kamera.


2. AKTIFKAN FITUR AF
Untuk fitur ini sebenernya juga tidak mutlak, tapi sering kali fitur ini membantu dalam pengambilan foto PANNING.

Gunakan fitur matrix metring fokus dengan bentuk, sehingga membantu fotografer bila ingin meletakkan objek fokus di suatu tempat di dalam frame.



3.IKUTI ARAH FOKUS
Setelah mendapatkan objek fokus, fotografer tinggal menahan tombol shot setengah, otomatis lensa akan mengunci objek, maka fotografer tinggal mengikuti arah objek untuk beberapa saat dan langsung menekan habis tombol shot.


Share:

Wednesday, 29 June 2016

Foto levitasi

Assalamualaikum semuanya...
Di postingan kali ini kita akan membahas tentang foto levitasi, yang jg kekinian.
Foto jenis ini sangat gampang diproduksi, dan hasilnya lumayan lah buat beralay-alay.
Levitasi itu sendiri merupakan teknik foto yang membuat objek seolah-olah terbang atau melayang. Contohnya sebagai berikut:

Untuk menghasilkan foto seperti itu sangat gampang, yaitu dengan dua cara:
1. Editan foto
Dengan metode edit foto ini, kita bisa menggabungkan dua foto dengan latar yang identik, tetapi objek yang berbeda. Selanjutnya kita tinggal menghapus bagian yang tidak diinginkan. Ini contohnya (menggunakan photoshop).
2. Olah kamera
Metode ini adalah favorit penulis, karena kita tinggal melakukan sedikit setting di kamera. Yaitu dengan menaikkan shutter speed kamera hingga dibawah 1 detik.. amannya 1/100 keatas, sehingga foto yang dihasilkan lebih tajam.



Setting selanjutnya rubah ke mode continous shoot, untuk mengambil beberapa foto terus menerus.

Selanjutnya objek tinggal dilempar, atau dilayangkan. Atau jika objeknya adalah manusia, ya tinggal lompat aja. Yang susah di bagian mengatur expresi muka dan badan jadi seolah-olah terlihat natural dan tidak sedang melompat.
Tidak terlalu susah, dengan adanya mode continous shoot kita bisa memilih foto dengan hasil terbaik dan menghapus sisanya.
Berikut ada video tutorialnya dari youtube.
Selain dengan kamera DSLR, teknik ini bahkan bisa diterapkan di smartphone kalian, selama aplikasi kamera smartphone kalian memiliki fitur continous shot atau foto berurutan. Hanya saja tentu hasilnya tidak sebagus dengan menggunakan DSLR.
Gampang kan.
Selamat mencoba.
Share:

Tuesday, 28 June 2016

Segitiga exposure

Segitiga exposure
Exposure diartikan sebagai banyaknya sinar yang ditangkap dalam proses pengambilan foto. Selain komposisi dari objek, exposure juga berperan penting dalam pengambilan foto, untuk menghasilkan foto yang baik.
Dalam exposure ada tiga hal yang harus dipahami, yaitu:
1. Shutter speed
Shutter speed diartikan sebagai kecepatan diafragma lensa menutup dalam proses fotografi. Jika diafragma membuka lama maka, hasil foto akan cenderung terang dan begitu juga sebaliknya. Dalam pengambilan foto, selama diafragma masih membuka, maka kamera akan merekam gambar selama diafragma itu membuka. Hal inilah yg sering membuat hasil foto terlihat blur apabila diambil saat kondisi lingkungan gelap.


Tetapi hal ini terkadang dimanfaatkan oleh fotografer untuk menambah efek dari foto; seperti foto cahaya lampu yang bergerak (light painting) ataupun menghaluskan foto aliran air.
Sementara untuk shutter speed cepat sering dimanfaatkan untuk mengambil gambar benda yang bergerak.
2.ISO
ISO merupakan sensitifas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi ISO akan membuat sensor menangkap warna yang lebih banyak, sehingga foto akan cenderung terang. Hanya saja nilai ISO yang terlalu tinggi menyebabkan munculnya noise pada hasil foto.
3.Apperture
Apperture adalah bukaan diafragma..ibaratnya mata kita dengan bukaan besar akan menfokuskan mata kepada satu titik fokus, dan memblurkan objek lain.. sebaliknya dengan bukaan yang kecil akan banyak menangkap objek gambar. Hanya saja bukaan yang kecil akan membuat gambar cenderung gelap.


Selain setting diatas ada juga yang namanya White balance yang mengatur warna gambar berdasarkan temperatur.
Dari ketiga setting exposure diatas seorang fotografer harus menentukan pilihan tepat, Selain komposisi objek gambar.
Penggunaan dari ketiga setting diatas, berdasarkan kreatifitas atau ide dari fotografer, gambar seperti apa yang mau diambil, dan bagaimana kondisi lingkungan.
Contohnya jika fotografer ingin memotret dimalam hari, mngkin dia akan memilih dengan setting apperture lebar, untuk mengimbangi shutter speed cepat sehingga gambar tidak ngeblur. Tapi dsatu sisi bisa jadi sang fotografer sengaja mengecilkan apperture, dan memperlambat shutter speed, agar bs menangkap lampu2 kendaraan yang bergerak ( light painting).
Sehingga perpaduan dari ketiga expsoure bisa menghasilkan gambar yang lebih unik.
Dari pembahasan ini saya belum bisa menampilkan contoh perbandingan dari masing-masing exposure. Semoga dipostingan selanjutnya saya bisa menjelaskannya dengan contoh agar mudah dipahami.
Semoga saja.
Share:

Monday, 27 June 2016

Jenis-jenis kamera

Assalamualaikum Wr Wb, telah sampailah kita disaat yang berbahagia dengan selamat sentosa menghantarkan kita ke depan pintu gerbang kemerdekaan. Amin
Ini postingan ketiga, agak sedikit dilompati, karena di postingan sebelumnya saya berjanji mau ngebahas tentang setting manual d DSLR. Karena sepertinya tidak cocok kalau kita sudah tahu tentang DSLR tapi belum mengenal jenis kamera lainnya.
Ok, langsung aja..
Menurut saya sih kamera yang beredar sekarang itu terbagi oleh beberapa kategori, yaitu :
1. Kamera DSLR
Digital single lens reflex, ini kamera yang memiliki lensa yang bisa diganti-ganti. Dan memiliki sistem kerja meneruskan cahaya yang masuk dari lensa menuju body dan dibengkokkan menuju layar bidik (viewfinder). Intinya apa yang kita lihat di view finder merupakan  pantulan asli dari cahaya yang masuk ke lensa. Sehingga menambah keakuratan dalam proses pengambilan gambar. Contohny nikon D5100, canon 60D, dll





2.kamera Mirrorless
Kamera ini memiliki lensa yang bisa dgonta ganti pula. Tapi tidak memiliki layar bidik. Sebagai penggantinya mirrorless memiliki layar digital untuk memantau hasil bidikan. Jadi cahaya yang masuk langsung diteruskan ke sensor, untuk ditampilkan di layar digitalnya. Kelebihan kamera jenis ini memiliki body yang lebih ringan dan kecil. Kamera jenis ini diisi oleh nikon dgn versi nikon 1, canon dengan EOS M, dan olympus pen

3. Kamera prosumer.
Kamera jenis ini seperti mirrorless tidak memiliki jendela bidik juga. Dan lensanya juga tidak bisa digonta-ganti. Tapi memiliki lensa tanam yg lebih baik dari kamera standart. Biasanya nilai zoomnya panjang, seperti lensa-lensa zoom DSLR. Hanya saja kamera prosumer tidak memiliki setting full manual seperti mirrorless, dan DSLR. Cocok untuk mereka yang ingin mengambil foto tapi gak ribet.

4.Kamera pocket
Kamera jenis ini cenderung lebih mementingkan kesederhanaan. Karena bentuknya yang kecil dan bisa dikantongi. Memiliki sensor yang "biasa aja", dan lensa tanam yang zoomnya juga tidak panjang.

5.Action cam
Jenis kamera ini sebenernya seperti kamera pocket. Hanya saja dibuat lebih ringkas, dengan penambahan durabilitas yang lebih baik. Memiliki lensa tanam yang fix, tidak bisa d zoom, tetapi biasanya bersifat wide sampai dengan fish eye, untuk menambah cakupan luas gambar. Bahkan disebagian action cam tidak memiliki layar, jadi pengoperasiannya melalui wifi. Kebanyakan dilengkapi aksesoris tambahan berupa case waterproof, untuk penggunaan di dalam air. Kamera ini banyak digunakan untuk tugas-tugas berat, karena durabilitasnya yang tinggi. Kamera jenis ini diisi segmennya oleh gopro, xiaomi yi, dan lain lain.

Diatas telah saya sajikan beberapa kategori kamera yang sekarang sudah full digital tanpa film lagi. Semoga bermanfaat dan semoga saya bisa menyajikan informasi lainnya yang lebih originil, tepat dan bermanfaat.
Terima kasih.
Share:

DSLR kamera kekinian

sobat sekalian pasti sudah tidak asing atau minimal sudah pernah mendengar tentang kamera DSLR. Dimasa kini bahkan tidak hanya fotografer profesional, yang menggunakannya, bahkan para pemula dunia fotografi atau remaja2 yang sekadar ikut-ikutan biar dibilang "kekinian".
Sebenarnya apa sih DSLR itu dan apa kelebihannya hingga diburu banyak orang?! bahkan di situs jual-beli kamera ini masih banyak diburu orang dalam keadaan bekas.
Ok, mari kita bahas apa sebenernya DSLR itu..
DSLR adalah singkatan dari Digital Single Lens Reflex.. nah apa lagi itu?!
susah sih ngejelasinya tapi yang jelas DSLR pada umumny memiliki jendela bidik.. nah loh apa lagi itu..
jendela bidik itu adalah jendela tempat kita mengintip gambar yang akan kita ambil atau kerennya disebut viewfinder.
JAdi begini cara kerjanya, sinar yang melewati ujung lensa akan diteruskan ke cermin yang ada di body DSLR, terus dibengkokkan arahnya menuju viewfinder. Jadi apa yang nampak di viewfinder merupakan gambar/sinar asli yang ditangkap oleh lensa, sehingga hasil bidikan akan lebih akurat. Itulah bedanya DSLR dengan kamera lainnya, gambar yang ditangkap mendekati asli apa yg kita lihat.

udah gitu aja?!
Tentu tidak.. kebanyakan DSLR dilengkapi dengan sensor yang lebih baik dari kamera rata-rata, untuk menangkap gambar yang lebih baik. Tapi ada beberapa kamera prosumer yang memang dilengkapi dengan sensor yang baik juga..
oh iya DSLR juga mempunyai lensa yang bisa dganti-ganti sesuai dengan kemauan pemakainya. Dengan begini pemakainya dpt mnyesuaikan lensa dengan kondisi gambar yg akan diambil.. sehingga dapat menghasilkan gambar yg lebih mantap.
Lensa pada kamera dslr pun dapat dibagi oleh beberapa kategori, yaitu :
1.lensa kit/lensa normal
Lensa ini merupakan lensa bawaan dr kamera DSLR biasanya ukuran 18-55, cocok utk pemula, walaupun lensa ini merupakan lensa standart, tapi sudah diakui ketajamannya.


2.lensa fix
Lensa ini sifatny tetap nilai zoomnya, tapi apperturenya dapat dirubah, biasanya memiliki nilai apperture rendah, sehingga baik untuk foto lowlight, maupun bokeh.

3.lensa wide
Lensa ini biasanya memiliki nilai dibawah 18mm, sehingga bisa menangkap area gambar yang lebih lebar.

4.lensa zoom
Lensa ini memiliki nilai zoom yg tinggi antara 70-300 atau lebih, cocok untuk menangkap gambar dari jarak jauh, maupun candid. Pada nilai zoom maksimal, lensa ini bisa menghasilkan bokeh walaupun tidak setajam lensa fix.

Ada beberapa jenis lensa lain lagi seperti lensa sapu jagat yang bisa dibilang penggabungan antara lensa fix dan zoom.
PENGGUNAAN DSLR
Selain dari kelebihan yang saya sebut diatas, sebenarnya DSLR memiliki kelebihan lain dibanding kamera biasa. Yaitu kemampuannya untuk disetting secara manual. Wah makin repot dong kalau harus disetting manual. Yap bener kita akan disuguhkan dengan banyak setting yang merepotkan. Tapi jika kita telah memahaminya, maka kita bisa menghasilkan gambar yang jauh lebih baik dari foto normal, karena dunia fotografi sendiri merupakan seni melukis cahaya.
Apa saja sih yang dapat diatur dalam DSLR?!
Ada tiga hal yang dapat diatur, selain pengaturan zoom dari lensa itu sendiri. Yaitu setting aperture, iso, dan lens speed. Mengenai ketiganya akan kita bahas diartikel yang lain
Share:

About

BTemplates.com

Powered By Blogger

Blog Archive

Powered by Blogger.

Search This Blog

Pages - Menu