Showing posts with label Travelling. Show all posts
Showing posts with label Travelling. Show all posts

Monday, 25 July 2016

Banda Aceh


Banda Aceh merupakan ibu kota dari provinsi Nangroe Aceh Darussalam, letak kotanya sendiri terletak dipaling ujung pulau Sumatra.
Bagi rekan-rekan yang ingin menyeberang ke Sabang Biasanya melalui Pelabuhan Uleuleu yang terletak di kota ini. Jika anda memiliki banyak waktu, tidak ada salahnya sebelum kita menyeberang ke Pulau Sabang, kita jalan-jalan dulu di Bumi Serambi Mekah ini.

Menuju Banda Aceh
Untuk kalian yang lebih memilih transportasi umum, ada dua cara untuk mencapai Kota Banda Aceh, yaitu: Bus dan Pesawat.
1. Bus;
anda dapat menggunakan bus apabila anda berangkat dari kota medan atau sekitarnya. Jangan salah loh, Transportasi Bus menuju Aceh sendiri merupakan pilihan yang sangat saya rekomendasikan. Kenapa?! Karena bus menuju Aceh terkenal menggunakan bus-bus mewah dengan fasilitas yang nyaman. Saya sendiri lebih sering menggunakan Bus untuk menuju Banda Aceh, apabila punya banyak waktu. Tarifnya berkisar antara 150.000 s/d 250.000 tergantung kelas busnya. Ada juga Bus Double decker (2 tingkat) dengan fasilitas yang mewah, kalau bus ini tarifnya mencapai 400.000. Pasti anda ketagihan jika sudah menggunakan sekali.
Jika menggunakan Bus anda akan sampai di terminal batoh yang terletak di dalam kota.

2. Pesawat,
Kalau menggunakan pesawat terbang, anda dapat berangkat dari mana saja. Penerbangan ke kota Banda Aceh sering lumayan banyak perharinya, jadi anda dapat leluasa memilih jam berangkatnya. Jika menggunakan Pesawat anda akan sampai di Bandara Sultan Iskandar Muda yang terletak di Blang Bintang, Aceh Besar. Tidak terlalu jauh dari kota Banda Aceh, anda dapat menggunakan taxi minibus yang disediakan oleh Bandara dengan tarif sekitar 100.000 sampai ke pusat kota.

Kemana Aja di Banda Aceh.
Sebenernya tanpa perlu repot-repot nyebrang ke Pulau Sabang, di Banda Aceh sendiri ada beberapa spot-spot yang asyik untuk dikunjungi. Berikut beberapa tempat yang saya rekomendasikan untuk anda kunjungi di Banda Aceh:

1. Museum Tsunami
Museum ini dibangun untuk memperingatkan bagaimana kejamnya Tsunami yang telah menimpa rakyat Aceh pada tahun 2004 Silam. Museum ini di desain oleh Ridwan Kamil, yang sekarang udah menjadi wali kota bandung. Museum ini berada di lokasi Blang Padang, dan untuk masuk tidak ada pungutan biaya apapun, kecuali biaya parkir.
museum Tsunami; sumber:maritimenews.id

kemegahan konstruksi museum Tsunami


2. Kapal PLTD Apung
Kapal ini juga merupakan bukti dahsyatnya Tsunami Aceh, Kapal ini digeser dari Laut menuju perumahan penduduk. Kapal Ini katanya beratnya 2.600 ton, bayangi aja. Kapal ini sekarang telah dimodifikasi sebagai tempat wisata. Di bagian atasnya anda bisa menggunakan teropong untuk melihat kota Banda Aceh (siapkan uang gopekan untuk koinnya). Kapal ini terletak di kawasan Punge Jurong, tidak jauh dari Museum Tsunami. Bisa Jalan kaki, kalau memang mau agak bercapek-capek ria. Biaya masuknya juga gratis, selain biaya parkir.
PLTD APUNG; sumber : zvln.net

3. Kapal di Atas Rumah Lampulo.
Kapal ini merupakan sebuah kapal penangkap ikan, yang nyangkut di atas rumah.  Lagi-lagi kapal ini merupakan saksi bisu juga tentang dasyatnya Tsunami. Kapal ini terletak di kawasan Lampulo, tidak ada tiket masuk selain biaya parkir.
Kapal di atas rumah Lampulo


4. Pantai dan Makam Syiah Kuala
Pantai ini terletak di kawasan Lamdingin, dan di pinggir pantainya ada terletak sebuah komplek pemakaman, yaitu Makam Syiah Kuala. Makam Syiah Kuala ini sendiri menjadi saksi bisu ganasnya Tsunami, namun beredar cerita masyarakat yang mengatakan bahwa Makam ini tidak terelakkan oleh air pada saat Tsunami datang. Kalau Pantainya sendiri sih kategori biasa aja( menurut saya). Tetapi kalau anda datang pada waktu Sore, anda dapat menikmati sunset yang luar biasa keren.
sumber : munawardismail.blogspot.com


5. Ngopi yuk
Aceh terkenal dengan budaya ngopinya. Hampir di setiap sudut kota Banda Aceh anda dapat menemukan kedai kopi. Saya sendiri ketika bertugas di Aceh, hampir setiap hari nongkrong di kedai kopi. Tapi bagi anda traveler yang ingin ngopi anda sebaiknya nongkrong di salah satu kedai kopi di kawasan Ulee Kareng, yaitu Solong. Kedai Kopi Solong sangat ikonik dengan kehidupan ngopi di Banda Aceh. Menurut saya racikan kopi di Kedai Solong itu encer, tetapi memiliki rasa yang kuat, dan hampir tanpa ampas. Anda dapat menambahkan sendiri gula sesuai keinginan. Dan bagi anda yang ingin mencicipi kopi dengan cita rasa yang lain anda bisa mencoba sanger (kopi plus susu), atau teh tariknya yang salah satu menu yang menjadi favorit saya. Anda juga dapat membeli bubuk kopinya sebagai oleh-oleh.

6.Rumoh Cut Nyak Dhien
Rumoh aceh ini terletak di Jalan Cut Nyak Dhien, desa Lampisang, kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar. Rumah ini merupakan peninggalan dari Pahlawan Perempuan Cut Nyak Dhien. Rumahnya aslinya sendiri, sudah dibakar habis oleh Belanda, dan ini merupakan replikanya. Walaupun replika bangunan ini masih memiliki kesan klasik dan eksotis, seolah-oleh memang bangunan tempo dulu.

sumber : 007indien.blogspot.com
 7. Pantai Lampuuk dan Pantai Ulheuleu
Untuk yang ingin menikmati alam aceh yang menakjubkan, bisa mengunjungi pantai lampuuk, pantai lampuuk ini sendiri terletak di Aceh Besar, tidak jauh sih, saya biasanya paling lama 30 menit kalau menuju pantai lampuuk. Pantai lampuuk ini terkenal dengan ombaknya yang kencang, pasirnya yang kuning bersih, dan airnya yang bersih. Pokoknya pantai banget lah. Salah satu spot menarik di kawasan ini adalah Joel's Bungalow, yang berpapasan langsung dengan Tebing. 
Kalau Pantai Ulheulheu, letaknya berada di kota di jalan menuju Pelabuhan ke Sabang. Pantai ini sebenarnya memiliki arus yang deras, tetapi setelah Tsunami kawasan pantai di bendung dengan Bebatuan, sehingga arusnya enak kalau untuk membawa anak-anak bermain, atau sekadar membasahi kaki menunggu sunset turun.
Sunrise pantai Ulheuleu

Sunset Pantai Ulheuleu

Ini Bukan Luar negeri sob, ini di Ulheuleu

Ulheuleu lagi

Joel Bungalow

Joel Bungalow Lampuuk
Pantai Lampuuk


8. Gunongan Taman Sari

Gunongan merupakan salah satu bangunan yang berada di kompleks Taman Sari. Bangunan ini merupakan persembahan Sultan Iskandar Muda kepada Putroe Phang. Bangunan ini tingginya mencapai 9 meter, dan diatasnya kita dapat naik diatasnya sekedar untuk melihat-lihat kota Banda Aceh.

sumber : sanutra.com

9. Mesjid Baiturahman

Mesjid ini merupakan salah satu ikon kota Banda Aceh, dibangun pada masa Sultan Iskandar Muda, dan berdiri kokoh hingga sekarang. Mesjid ini memiliki tujuh kubah, empat menara dan satu menara induk. Hanya saja jika saat ini (2016) kita kesana, lapangan mesjid ini sedang dipugar. Semoga pemugaran membuat mesjid ini menjadi lebih baik.
Mesjid Baiturrahman yang dulu ; sumber : en.wikipedia.org

Mesjid Baiturrahman yang sekarang (sedang dipugar)

Mungkin Bagi anda yang ingin menelusuri Kota Banda Aceh dalam sehari, tidaklah cukup, karena masih banyak tempat-tempat wisata lainnya di wilayah ini ataupun sekitarnya. Kalau anda mau sedikit meluangkan waktu, anda dapat berkunjung ke Benteng Indra Patra, Mata air panas (ie seuum), Pantai Pasir putih dan lain-lain.
Sekian Postingan saya tentang Banda Aceh, semoga dapat bermanfaat. Home is not always home.
Share:

Thursday, 14 July 2016

Bintan, surga di Kepulauan Riau


Postingan kali ini kembali kita membahas tentang dunia travelling. Buat kalian-kalian yang mau travelling dengan low buget, travelling kali ini mungkin bisa menjadi rekomendasi.

Sekilas Tentang Kepulauan Bintan
Pulau Bintan adalah salah satu pulau di Provinsi Kepulauan Riau, dan merupakan letak dari ibu kota Kepulauan Riau yaitu Tanjung Pinang. Bintan sendiri merupakan pulau terbesar yang ada di Kepulauan Riau.
Luas wilayah Kabupaten Bintan mencapai 88.038,54 Km2, namun luas daratannya hanya 2,21%, 1.946,13 Km2 saja. Kecamatan terluass adalah Kcamatan Gunung Kijang dengan luas 344,28 Km dan Kecamatan terkecil adalah Tambelan yaitu 90,96 Km2. Kabupaten Bintan saat ini terdiri dari 240 buah pulau besar dan kecil. Hanya 39 buah iataranya yang sudah dihuni, sedangkan sisanya walaupun belum perpenghuni sebagian sudah dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian, khususnya usaha perkebunan.

Menuju Bintan.
Untuk menuju Pulau Bintan dapat ditempuh melalui dua jalur, baik jalur udara maupun air.

1.Menggunakan Pesawat langsung
Pulau ini memilik bandara sendiri yang namanya Raja Haji Fisibillah.Tetapi penerbangan langsung ke pulau ini hanya bisa ditempuh melalui Jakarta. Jika anda berasal dari kota lain, maka anda harus melakukan transit terlebih dahulu.
Harga tiket dari salah satu tiketing online

2.Menggunakan Jalur Laut
Jalur laut dapat ditempuh dari Pulau Batam dengan menggunakan feri dari pelabuhan punggur. Jangan takut ketinggalan kapal karena Kapalnya banyak dan berangkat hampir setiap 15 menit sekali.
Tetapi sebelumnya kita harus berangkat dulu ke Pulau Batam, bisa menggunakan pesawat ataupun menggunakan kapal, seperti yang pernah saya tulis di postingan sebelumnya tentang Singapur.

Destinasi Pulau Bintan
Pulau Bintan memang tidak semodern Pulau Batam, tetapi Pulau ini merupakan ibu kota dari Kepulauan Riau. Eksotis alamnya juga menurut saya lebih baik dari pada Pulau Batam.

1.Wisata Bahari.
Banyak Resort-resort mewah maupun menengah di kawasan ini, termasuk salah satunya Nikoi Island yang katanya sebagai Private resort terbaik saat ini. Ada juga resort mewah di kawasan lagoi. Tetapi selain itu masih banyak juga resort-resort menengah dengan fasilitas yang "wah" juga. Asyiknya rata-rata resort ini menyediakan angkutan dari pelabuhan ke tempat resortnya langsung, tanpa biaya tambahan.
Selain itu kita bisa melakukan snorkling ataupun diving di kawasan ini, bahkan ada salah satu pulau yang tidak berpenghuni yang dinamakan Pulau beralas pasir, yang sangat eksotis.



Pulau beralas pasir


2.Wisata Kuliner.
Sudah pasti disini yang terkenal adalah makanan seafoodnya. Saya sendiri makan siang di tepi laut di kawasan madong, dan harganya juga bersahabat dan nikmat.
Selain itu cemilan khas pulau ini adalah otak-otak dengan harga seribuan, otak-otak adalah makanan dari ikan dan tepung yang dibakar dalam daun. Rasanya sangat gurih yang membuat saya ketagihan. Banyak penjual yang menjajakan makanan ini dipinggir jalan.
Otak-Otak


3.Wisata Budaya 
Mayoritas penduduk di pulau ini adalah melayu. Makanya budaya melayu di pulau ini sangat kental. Dan apabila kita ingin menikmati wisata budayanya, kita bisa menyeberang ke Pulau Penyengat dengan kapal kecil, yang isinya antara 5-10 orang. Penduduk di Pulau Penyegat rata-rata memliki kegiatan di luar Pulau Penyengat, seperti sekolah dan bekerja. Disini mayoritasnya penduduk adalah melayu. 
Kapal ke Penyengat

Begitu anda sampai di pelabuhannya, anda akan disambut dengan becak Tourist. Becak ini di desain dengan gaya melayu, menghantarkan kita keliling pulau sambil bercerita tentang Pulau ini.
Anda beberapa tempat yang akan menjadi destinasi di Pulau ini, yaitu:
  • Mesjid Raya Sultan Riau, yang katanya dibangun dari putih telur
  • Istana Kantor, Bekas Istana yang sempat dijadikan Kantor oleh Kerajaan
  • Balai adat melayu, replika rumah adat melayu yang digunakan untuk menyambut tamu-tamu.
  • Gudang mesiu
  • Komplek makam Raja-raja






Estimasi Biaya.Biaya Transportasi
  • Ferry Batam-Bintan : Rp.65.000/Orang
  • Bandara Hang Nadim(Batam) - pelabuhan Punggur : Rp.100.000
  • Rental Mobil (jika mau) : Rp.250.000/hari
Biaya Akomodasi dan Konsumsi
  • Resort Menengah : Rp.500.000/hari (Cabana Resor trikora)
  • Sarapan Pagi : Gratis (di hotel)
  • Seafood : +- 50.000/orang
  • cemilan : otak-otak : 1.000/biji
Kesimpulan dan Saran:
1.Bintan tetap asyik jadi destinasi wisata, karena infrastruktur yang sudah baik, tetapi belum terlalu ramai orang yang berwisata ke kawasan ini.
2.Cari kenalan orang yang tahu seluk beluk Bintan, agar bisa lebih menghemat perjalanan, dan lebih bisa mengeksplor.
3.Tidak perlu takut ketinggalan kapal, karena ferry Batam-Bintan berangkat kurang lebih 15 menit skali, kecuali malam.

Mohon maaf karena postingan kali ini tidak terlalu lengkap, semoga untuk postingan selanjutnya lebih baik.


Share:

Monday, 11 July 2016

Sabang, keindahan Indonesia bermula dari sini

Setelah kemarin saya posting tentang trip ke Singapur, walau ya ala kadarnya.. kali ini saya memposting tentang Sabang. Iya sabang.
Alasan saya memposting tentang Sabang, karena saya pernah bertugas di pulau terujung Indonesia ini, iya Sabang.

A lil story bout Sabang
Kota Sabang merupakan kota yang berada di pulau terujung utara pulau SUMATERA, Yaitu Pulau Weh. Sabang seperti halnya batam, merupakan salah satu wilayah Indonesia dengan perdagangan bebas. Pelabuhannya Di buat pada jaman kolonial Belanda, dan di pindah kuasakan kepada Jepang. Dan akhirnya pada jaman Republik Indonesia Serikat diambil alih sebagai pusat pertahanan Angkatan Laut.
Di sabang sendiri masih banyak benteng peninggalan jaman Perang. Seperti yang terdapat di Sabang Fair, kota atas, Sumur tiga, maupun di daerah ujung kareung.
Sabang saat ini terkenal karena wisatanya, terutama wisata baharinya. Pantai dengan ombak yang ganas, dan taman laut yang indah, serta beberapa spot-spot diving yang menantang.

Menuju Sabang
Untuk menuju Sabang saat ini ada dua cara, yaitu; melalui udara dan air. Kalau melalui udara, penerbangan dimulai dari Medan langsung menuju Sabang bandara Maimun Saleh, kalau jaman saya dulu sih belum ada (curhat..). Hanya saja penerbangannya cuma 3 x dalam seminggu yaitu: rabu, jumat, dan minggu.
Sedangkan melaui laut, perjalanan ditempuh melalui kota Banda Aceh, tepatnya pelabuhan Ulee lheue dan sampai di Sabang Pelabuhan Balohan. Dalam kondisi normal kapal berangkat 4x dalam sehari. Yaitu: dua x kapal lambat dan dua x kapal cepat. Kalau lagi ada badai, bisa jadi batal berangkat.

Loket kapal cepat

Kapal cepat ke sabang

Sampai di balohan, kita akan disambut oleh angkutan umum menuju kota Sabang. Ataupun kita bisa rental sepeda motor, dengan tarif antara 100rb-150rb/hari.


Destinasi kota sabang
1.Wisata bahari
Sejauh mata memandang hanya air yang terpampang. Kalau rekan-rekan tertarik dengan H20 (baca:air)
, ada beberapa tempat yang bisa dijadikan referensi, yaitu:
- sumur tiga, dikawasan ini ada beberapa resort yang wajib dikunjungi, yaitu: casanemo dan fredies santai. Keduanya menawarkan nuansa pantai yang eksotis, penginapan dengan bilik kayu, bahkan tanpa AC. Kalau pun mw sekadar santai tidak harus menginap, cukup hanya duduk-duduk minum sambil menikmati deburan ombak, atau sunset. Selain pantainya bagus, lokasiny juga tidak terlalu jauh dari pusat kota.
Mandangi laut d casanemo, buat yang galau makin galau


Mesjid raya Sabang
-anoy hitam, kalau pantai ini sih yang membedakannya adalah hamparan pasir yang warnanya hitam.
-ujung kareung, nah yang ini sesuai namanya lokasinya berada di ujung karang yg langsung berjumpa dengan samudra. Ada juga bekas benteng diatasnya.
-iboih dan gapang, kalau sudah kesabang sudah pasti jangan melewatkan spot yang satu ini. Disini tempat bagi rekan-rekan yang mau sekedar snorkling, ataupun diving. Dari pantai ini pula kita dapat menyeberang ke Pulau Rubiah.
-pantai kasih, kalau pantai yang satu ini letaknya di kota, jadi gak perlu repot- repot melakukan perjalanan, pesona pantainya juga gak kalah, dengan ombak yang garang.
-aneuk laut, kalau ini merupakan danau kecil, makanaya dinamakan anak laut.

2. Wisata kuliner
Kebanyakan wisata kuliner di Sabang, letaknya di kota. Jadi kita gak perlu jauh-jauh. Berikut beberapa wisata kuliner yang bisa menjadi referensi:
1. Mie jalak, mie jalak ini merupakan mie kocok yang ditambahi dengan daging ikan, tekstur mienya yang kenyal tidak buat enek. Dengan Harga Rp.15.000, porsinya juga cukup besar, cocok untuk saya yang lambungnya juga besar.
2. Mie pingsun, sedikit berbeda dengan mie jalak, mie ini biasanya digoreng dengan tambahan daging gurita. Ini sih favorit saya waktu tugas di Sabang.
3. Mie sedap, kalau ini saya gak tw apa campurannya, tapi begitu ngelihat penyajiannya langsung kebayang rasa malas menyantapnya. Tetapi begitu mienya menyentuh lidah, rasanya pengen nambah terus.
4. Sate gurita, kalau yang ini memang khasnya kota Sabang, saya biasanya menyantapnya di area PUJASERA, dengan bumbu kacang maupun bumbu padang. Tapi untuk rasa saya lebih memilih sate gurita yang ada di Pulau Rubiah.
5. Kue kacang Sabang
Kalau ini sih rasanya mirip-mirip bakpia pathok, jajanan ini merupakan oleh-oleh wajib kota Sabang.

Oh ya selain wisata yang diatas, jangan lupa untuk jalan-jalan ke tugu KM NOl, sebagai bukti kita udah pernah kesana, kita juga menempahkan sertifikat atas nama kita sendiri. Jalan ke tugu KM NOL, bisa ditempuh sekalian ketika mau ke pantai Iboih.

Perhitungan biaya
1. Biaya-biaya transportasi
-tiket kapal banda aceh-sabang : 27rb (kapal lambat)
-rental motor: 100rb/hari

2. Biaya akomodasi
-penginapan di kota rata-rata 250rb/hari
-hotel di sumur tiga rata-rata 500rb/hari

3. Biaya konsumsi
-rata-rata makan+minum : 30rb/makan

Kesimpulan, dan saran
-Rencanakan waktu yang tepat, sesuaikan antara tiket pesawat dengan keberangkatan kapal.
-Baca-baca tentang cuaca, karena kalau cuaca buruk, kemungkinan kapal tidak berangkat.
-Pilih tanggal yang offpeak, karena hotel, kapal, akan penuh bila onpeak. Dan tarifnya juga akan naik.
-Rental motor lebih baik dari pada mobil, karena selain harganya murah, jangkauannya juga lebih banyak.


Share:

Saturday, 9 July 2016

Little trip to Singapore #lowbudget

Assalamualaikum..
Berhubung saya lagi mudik ke Pulau Batam, dan Pulau Batam sendiri juga tidak jauh dari Singapur. Makanya dengan sedikit paksaan dari istri :-P, saya akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Singapur.
Mungkin postingan yang satu ini, bisa menjadi referensi pembaca-pembaca yang mau melakukan perjalanan ke Singapur (luar negeri coy!)
Sebenernya banyak cara menuju ke negara kecil (tapi pendapatannya gede bro) ini. Kalau mau cara gampangnya langsung aja pesen tiket pesawat ke singapur. Cus langsung sampai.
Nah di postingan ini, saya memilih untuk untuk berangkat melalui pulau Batam, kata-katanya sih jauh lebih murah,  dan bisa sekaligus jalan-jalan juga bro di pulau batam.
Ok berikut nih ceritanya.
1. Pastikan dulu anda sudah berada di Batam (yaiyalah).
Ada 2 cara menuju pulau batam, yaitu ; pesawat dengan kapal. Kalau rekan-rekan semua berada di Jakarta bisa menggunakan kapal dengan waktu tempuh 2hari 3 malam. Ataupun kalau dari medan waktu tempuhnya 1 hari 2 malam, melalui pelabuhan Belawan, sudah pasti harganya jauh lebih murah daripada pesawat. Saya sendiri memilih menggunakan pesawat karena pertimbangan waktu, dan kebetulan Saya juga berangkat dari Banda Aceh.
Bandara Hang Nadim Batam

2.Go to Harbour
Di batam sendiri ada 2 pelabuhan menuju Singapur, yaitu ; batam centre, dan sekupang.

Terminal ferry sekupang
Terminal Ferry Sekupang

Terminal ferry Sekupang
 Kalau rekan-rekan berangkat dari bandara, gampangnya sih melalui pelabuhan di batam centre. Karena lebih dekat, dan juga lebih ramai. Kalau saya sendiri memilih berangkat dari pelabuhan Sekupang karena lebih dekat dengan kediaman mertua. Untuk tiketnya sendiri, bisa langsung dibeli di pelabuhan, ataupun agen-agen travel lainnya. Bahkan di bandara juga ada yang jual tiketnya. Kalau tiket PP-nya kurang lebih sekitar 280-300ribu/orang.
3. Cus Singapur
Setelah kita check In di pelabuhan, penumpang akan disuruh masuk ke ruang tunggu, ada loungenya juga, lumayan keren loh, dapat bonus bubur plus teh manis. Tidak berapa lama langsung naik ke kapal, dan Singapur here we come.

Traveling kali ini,merupakan traveling pertama saya ke Singapur, tanpa persiapan matang juga dengan waktu yang serba singkat (balik hari). Setelah terombang-ambing di kapal sekitar 45menit. Akhirnya sampai juga di Singapur.
Harbour front, pelabuhan di singapur

 Dan seperti yang saya duga sebelumnya, bingung mau kemana, karena tanpa guide juga.

Ok akhirnya, karena berangkatnya kepagian dan belum sempat makan juga, kami memutuskan makan di pelabuhan, sambil lihat-lihat peta (gratis nih petanya). Seperti kebiasaan saya, menu yang paling murahlah yang menjadi pilihan, yaitu nasi ayam dengan harga 4,9 Dollar Singapur.
Nasi Ayam 4.9 dollar

Setelah selesai makan, istri memutuskan untuk jalan ke Sentosa Island, Karena memang tidak jauh. Dari "harbour front" kita tinggal nyebrang aja ke Vivo mall, terus dari sana kita naik MRT. Tiket MRT sendiri berupa kartu, yaitu:
1.Singapur tourist pass,
Kartu jenis ini dipakai berdasarkan jangka waktu, jadi kita bebas naik berapa kali, asalkan jangka waktunya belum lewat.
2.Ez-link,
Kalau kartu ini model isi ulang, harganya 5dollar + 7 Dollar saldo. Dan kalau saldonya masih banyak bisa di refund kembali.

Pass ke sentosa Island harganya 4dollar/orang, kita langsung naik MRT, menuju bagian Sentosa Island yang paling ujung, Yaitu Beach station.
Sentosa Island sendiri terdiri dari beberapa bagian, yaitu :
1.Beach Station.
Seperti namanya kita disuguhi pantai yang luar biasa bersihnya.


2.Imbiah Station
Kalau disini ada replika patung Merlion.

3.waterfront station
Kalau disini banyak arena permainannya, ada universal studio, sea aquarium, tricky eye, dan beberapa tempat shopping.

Setelah mutar-mutar di sentosa, gak terasa waktu sudah pukul 16.00aja. Akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke Vivo mall, dan mencari tempat shalat. Setelah bertanya ke tempat informasi, akhirnya kami solat di.
Selanjutnya makan lagi di tempat stasiun bus, di depan harbour front. Kalau disini harganya lebih bersahabat. Makanannya rata-rata Sekitar 3 Dollar,dan harga minuman 1-1,5dollar.
2.9 dollar

Karena waktu yang sangat mepet (pukul 18.30) kami memutuskan untuk langsung berangkat ke Merlion park. Dengan modal map yang kami pegang, kami berangkat menggunakan MRT. Stasiun MRT terdekat ke Merlion Park adalah raflless place. tapi sayang, sepertinya kami harus kembali ke harbour front, karena waktu sudah tidak bersahabat lagi. Dan kami pun cuma menyempatkan foto-foto di stasiun Rafles place, untuk akhirnya kembali ke pelabuhan.
Nyempeti foto di rafless placr station
Setelah check in, dan pemeriksaan imigrasi kapal berangkat jam 21.20 waktu Singapur. Dan sampai ke Batam sekitar 21.30 waktu Batam.

Kesimpulan, tips dan saran:
1. Rencanakan perjalanan dengan matang, atau bisa menggunakan guide agar waktu tidak habis sia-sia.
Jadwal berangkat kapal

2. Banyak bertanya, dsana orangnya ramah kok(anak saya dkasi angpau loh😉), dan bisa berbahasa Melayu.
3. Perbanyak stok minuman dari rumah, karena Singapur itu panas, dan harga minuman gak murah dsana.
4. Kalau mau makan-minum, mendingan jangan di tempat-tempat rekreasi, harganya mahal, rata-rata diatas 2dollar😂, untuk minuman.
5. Singapur itu sangat bersih dan rapi, dan hati-hati kalau mau buang sampah, atau ngerokok di tempat umum, bisa-bisa kena denda.
6. Kalau biasanya saya malas berdesak-desakan turun dari kapal, untuk kali ini mending kita harus rela desak-desakan, agar mendapat tempat terdepan pas pemeriksaan imigrasi, karena pemeriksaan ini lumayan memakan waktu.

Estimasi Biaya
A. Transportasi
Bandara - pelabuhan : Rp.100.000 (via taxi)
Tiket kapal PP : Rp.300.000
Pelabuhan - bandara : Rp.100.00 (via taxi)
Kartu MRT+Saldo: Rp.200.000 (saldo 15 dollar)
Total biaya transportasi : 700.000
B. Konsumsi :
Sarapan : gratis (makan bubur di lounge)
Makan siang+malam : 100rb (10dollar)
Biaya minum : 100rb (bisa jadi lebih,kecuali bawa minum dari indonesia)
Total biaya konsumsi 200rb
C.Lain-lain
Tergantung mau shopping atau nginap disana, atau mau ikut arena permainan di Sentosa Island.
Universal Studio 60 dollar
Tricky eye 28 dollar
Sea aquarium 60 dollar.
Dan lain-lain, kalau biaya yang ini bisa meledak-ledak, tergantung kitanya mau gimana.

Mungkin next time, saya bisa kesana lagi dan lebih explore lagi. 


Share:

About

BTemplates.com

Powered By Blogger

Blog Archive

Powered by Blogger.

Search This Blog

Pages - Menu