Showing posts with label exposure. Show all posts
Showing posts with label exposure. Show all posts

Friday, 1 July 2016

TEKNIK PANNING

Pada postingan kali ini kita akan membahas tentang teknik panning dalam fotografi. teknik foto seperti ini hampir sama dengan teknik bokeh, dimana hasil foto akan fokus pada objek utama, dan memblurkan latar belakangnya. Bedanya latar belakang yang di blur akan mendapatkan efek seperti tertarik searah pergerakan objek, sehingga benda seolah-olah sedang berpindah dengan cepat.


teknik foto ini juga tidak terlalu sulit hanya saja membutuhkan sedikit latihan.
1. TENTUKAN OBJEK FOKUS
Objek fokus bisa berupa apa aja, selama benda itu bergerak. Penentuan objek fokus ini berguna untuk menentukan shutter speed yang pas. Jika benda bergerak semakin cepat, maka shutter speed ditambah. Contohnya untuk orang yang sedang berjalan menggunakan Shutter speed 1/30, Maka jika ingin mengambil objek sepeda motor yang sedang berjalan bisa menggunakan shutter speed 1/50 atau 1/60, setting shutter speed ini tidak baku bergantung dengan kondisi cahaya dan jauh objek dari kamera.


2. AKTIFKAN FITUR AF
Untuk fitur ini sebenernya juga tidak mutlak, tapi sering kali fitur ini membantu dalam pengambilan foto PANNING.

Gunakan fitur matrix metring fokus dengan bentuk, sehingga membantu fotografer bila ingin meletakkan objek fokus di suatu tempat di dalam frame.



3.IKUTI ARAH FOKUS
Setelah mendapatkan objek fokus, fotografer tinggal menahan tombol shot setengah, otomatis lensa akan mengunci objek, maka fotografer tinggal mengikuti arah objek untuk beberapa saat dan langsung menekan habis tombol shot.


Share:

Tuesday, 28 June 2016

Segitiga exposure

Segitiga exposure
Exposure diartikan sebagai banyaknya sinar yang ditangkap dalam proses pengambilan foto. Selain komposisi dari objek, exposure juga berperan penting dalam pengambilan foto, untuk menghasilkan foto yang baik.
Dalam exposure ada tiga hal yang harus dipahami, yaitu:
1. Shutter speed
Shutter speed diartikan sebagai kecepatan diafragma lensa menutup dalam proses fotografi. Jika diafragma membuka lama maka, hasil foto akan cenderung terang dan begitu juga sebaliknya. Dalam pengambilan foto, selama diafragma masih membuka, maka kamera akan merekam gambar selama diafragma itu membuka. Hal inilah yg sering membuat hasil foto terlihat blur apabila diambil saat kondisi lingkungan gelap.


Tetapi hal ini terkadang dimanfaatkan oleh fotografer untuk menambah efek dari foto; seperti foto cahaya lampu yang bergerak (light painting) ataupun menghaluskan foto aliran air.
Sementara untuk shutter speed cepat sering dimanfaatkan untuk mengambil gambar benda yang bergerak.
2.ISO
ISO merupakan sensitifas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi ISO akan membuat sensor menangkap warna yang lebih banyak, sehingga foto akan cenderung terang. Hanya saja nilai ISO yang terlalu tinggi menyebabkan munculnya noise pada hasil foto.
3.Apperture
Apperture adalah bukaan diafragma..ibaratnya mata kita dengan bukaan besar akan menfokuskan mata kepada satu titik fokus, dan memblurkan objek lain.. sebaliknya dengan bukaan yang kecil akan banyak menangkap objek gambar. Hanya saja bukaan yang kecil akan membuat gambar cenderung gelap.


Selain setting diatas ada juga yang namanya White balance yang mengatur warna gambar berdasarkan temperatur.
Dari ketiga setting exposure diatas seorang fotografer harus menentukan pilihan tepat, Selain komposisi objek gambar.
Penggunaan dari ketiga setting diatas, berdasarkan kreatifitas atau ide dari fotografer, gambar seperti apa yang mau diambil, dan bagaimana kondisi lingkungan.
Contohnya jika fotografer ingin memotret dimalam hari, mngkin dia akan memilih dengan setting apperture lebar, untuk mengimbangi shutter speed cepat sehingga gambar tidak ngeblur. Tapi dsatu sisi bisa jadi sang fotografer sengaja mengecilkan apperture, dan memperlambat shutter speed, agar bs menangkap lampu2 kendaraan yang bergerak ( light painting).
Sehingga perpaduan dari ketiga expsoure bisa menghasilkan gambar yang lebih unik.
Dari pembahasan ini saya belum bisa menampilkan contoh perbandingan dari masing-masing exposure. Semoga dipostingan selanjutnya saya bisa menjelaskannya dengan contoh agar mudah dipahami.
Semoga saja.
Share:

Monday, 27 June 2016

Jenis-jenis kamera

Assalamualaikum Wr Wb, telah sampailah kita disaat yang berbahagia dengan selamat sentosa menghantarkan kita ke depan pintu gerbang kemerdekaan. Amin
Ini postingan ketiga, agak sedikit dilompati, karena di postingan sebelumnya saya berjanji mau ngebahas tentang setting manual d DSLR. Karena sepertinya tidak cocok kalau kita sudah tahu tentang DSLR tapi belum mengenal jenis kamera lainnya.
Ok, langsung aja..
Menurut saya sih kamera yang beredar sekarang itu terbagi oleh beberapa kategori, yaitu :
1. Kamera DSLR
Digital single lens reflex, ini kamera yang memiliki lensa yang bisa diganti-ganti. Dan memiliki sistem kerja meneruskan cahaya yang masuk dari lensa menuju body dan dibengkokkan menuju layar bidik (viewfinder). Intinya apa yang kita lihat di view finder merupakan  pantulan asli dari cahaya yang masuk ke lensa. Sehingga menambah keakuratan dalam proses pengambilan gambar. Contohny nikon D5100, canon 60D, dll





2.kamera Mirrorless
Kamera ini memiliki lensa yang bisa dgonta ganti pula. Tapi tidak memiliki layar bidik. Sebagai penggantinya mirrorless memiliki layar digital untuk memantau hasil bidikan. Jadi cahaya yang masuk langsung diteruskan ke sensor, untuk ditampilkan di layar digitalnya. Kelebihan kamera jenis ini memiliki body yang lebih ringan dan kecil. Kamera jenis ini diisi oleh nikon dgn versi nikon 1, canon dengan EOS M, dan olympus pen

3. Kamera prosumer.
Kamera jenis ini seperti mirrorless tidak memiliki jendela bidik juga. Dan lensanya juga tidak bisa digonta-ganti. Tapi memiliki lensa tanam yg lebih baik dari kamera standart. Biasanya nilai zoomnya panjang, seperti lensa-lensa zoom DSLR. Hanya saja kamera prosumer tidak memiliki setting full manual seperti mirrorless, dan DSLR. Cocok untuk mereka yang ingin mengambil foto tapi gak ribet.

4.Kamera pocket
Kamera jenis ini cenderung lebih mementingkan kesederhanaan. Karena bentuknya yang kecil dan bisa dikantongi. Memiliki sensor yang "biasa aja", dan lensa tanam yang zoomnya juga tidak panjang.

5.Action cam
Jenis kamera ini sebenernya seperti kamera pocket. Hanya saja dibuat lebih ringkas, dengan penambahan durabilitas yang lebih baik. Memiliki lensa tanam yang fix, tidak bisa d zoom, tetapi biasanya bersifat wide sampai dengan fish eye, untuk menambah cakupan luas gambar. Bahkan disebagian action cam tidak memiliki layar, jadi pengoperasiannya melalui wifi. Kebanyakan dilengkapi aksesoris tambahan berupa case waterproof, untuk penggunaan di dalam air. Kamera ini banyak digunakan untuk tugas-tugas berat, karena durabilitasnya yang tinggi. Kamera jenis ini diisi segmennya oleh gopro, xiaomi yi, dan lain lain.

Diatas telah saya sajikan beberapa kategori kamera yang sekarang sudah full digital tanpa film lagi. Semoga bermanfaat dan semoga saya bisa menyajikan informasi lainnya yang lebih originil, tepat dan bermanfaat.
Terima kasih.
Share:

About

BTemplates.com

Powered By Blogger

Blog Archive

Powered by Blogger.

Search This Blog

Pages - Menu